Awal Minggu di Puskesmas Barong Tongkok

Senin sih katanya jadi hari paling males, Mon(ster) Day, hari apalah apalah buat memulai aktifitas. Yah, kalau mindsetnya macem gitu, efeknya ya sama orang yang ngejalaninnya, pasti bakal gak SEMANGAT. Tapi kalau dari awal kita udah bikin niatan buat cari amal, cari pahala, dan cari jalan ikhlas, semuanya pasti akan dilalui dengan ceria dan lapang dada.
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Semangat, Dokter Internsip Harapan Bangsa !!!!
(Kutai Barat - Kalimantan Timur - 2015)

Surat Untuk Papa dan Mama

Assalamualaikum Papa dan Mama,
“Sedang apa kalian di rumah? Apa Mama masih sibuk dengan hobi masaknya ? Apa Papa masih selalu bermain-main dengan cucu-cucunya yang lucu ?
Masih tetap sedapkah masakan Mama? Lidah ini sudah benar-benar rindu.

Ah, iya, sudah lama aku tak pulang ke rumah. Banyaknya tuntutan profesi yang menumpuk selalu kujadikan alasan utama. Padahal sebenarnya, jika aku punya niat pun aku pasti bisa meluangkan waktu sejenak untuk pulang. Aku pun juga rindu akan rumah dan kalian. Tapi selalu saja aku terhalang berbagai alasan untuk menunda jadwal kepulangan.
Aku sering berpikir selagi aku masih muda, aku layak menghabiskan masa mudaku berkumpul bersama kawan dan bersenang-senang. Menuntaskan gelegak darah muda ini untuk bertualang supaya makin banyak rentetan cerita untuk anak dan cucuku kelak. Bahkan, setiap ada libur pun seringnya kugunakan untuk memenuhi keinginan jalan-jalan menjelajahi keelokan negeri ini. Aku sering lupa pada kampung halaman. Aku sering lupa pada kalian.

Aku sibuk membangun dunia sendiri. Saat sedang pulang sekalipun, aku seringkali masih terhisap oleh duniaku ini.

Aku sering terlalu sibuk dengan duniaku sendiri. Hal itu juga terjadi bahkan ketika aku akhirnya bisa pulang dan ada di rumah bersama kalian. Untuk membantu Mama mengangkat jemuran saja, aku malas-malasan. Begitu juga ketika Papa meminta aku untuk berada di belakang kemudi dan mengantarkan beliau kemana-mana. Aku, sekali lagi, mengiyakan dengan berat hati atau bahkan menolak dengan halus.
Tak segan-segan, aku menggunakan berbagai alasan sebagai tameng. Atau beralasan bahwa aku ada janji bertemu dengan teman lama. Iya, Papa dan Mama selalu mau mengerti kondisiku dan bahkan tidak pernah memarahiku karena kesibukanku.
Mungkin Mama dan Papa sering mengeluh dalam hati. Namun hal itu selalu dibarengi dengan ucapan syukur karena aku sudah menjadi orang yang bisa memimpin hidup sendiri.

Padahal Papa dan Mama bukannya tak punya dunia pribadi. Bedanya, Papa-Mama juga selalu memikirkan cara agar kepentinganku didahului.

Anak memang tempatnya lupa. Aku lupa bahwa bukan hanya aku yang punya kehidupan di luar rumah dalam hal ini. Mama dan Papa pun juga punya kesibukan-kesibukan pribadi. Apalagi saat aku masih kecil, ketika Mama-Papa masih sedang sibuk-sibuknya meniti karir. Menjalani pekerjaan yang mungkin jauh lebih menuntut, ribut, dan melelahkan daripada dunia karirku yang sekarang ini, Papa dan Mama toh tetap tidak melupakan bahwa aku ada.

Di antara segala kesibukan orangtua yang membesarkanku, tetap ada masakan enak yang terhidang untukku, televisi dan buku-buku agar aku tidak bingung menghabiskan waktu, hingga makan malam bersama yang dipenuhi cerita-cerita Papa-Mama yang selalu membuatku terbelalak dan tertawa. Aku juga masih ingat ketika Papa-Mama saling meluangkan waktu demi mengantar jemputku ke sekolah dan juga tempat les. Papa akan mengantarkanku di pagi hari, kemudian Mama lah yang akan menjemput dan mengantarkanku ke tempat les di siang hari.

“Maaf ya, Papa sama Mama masih di kantor. Kamu pergi sendiri aja, ya.” adalah kalimat yang sama sekali tak pernah kudengar keluar dari mulut orangtua. Pun ketika buku sekolahku ketinggalan di rumah. Papa dan Mama tetap bersedia mengantarnya, menyelamatkanku dari ancaman dimarahi guru karena hal yang tidak perlu.

Aku belum mewarisi kegigihan Papa dan Mama ini. Justru sebaliknya, aku sering malas ketika harus pergi ke luar mengantarkan kalian. Jika pun tidak sibuk dengan tugas-tugas dan deadline, godaan untuk meletakkan kepala di bantal sembari menonton TV seringkali tak tertahankan. Puluhan alasan pun kusiapkan untuk menolak menghabiskan waktuku demi kalian.
Pa, Ma, aku sungguh minta maaf.


Anak memang tempatnya lupa. Aku sering mengesampingkan begitu saja bahwa aku ada di dunia karena Papa dan Mama.

Aku, sungguh menyesal, Pa, Ma. Aku sering lupa bahwa aku bisa melihat dunia karena Papa dan Mama. Bahkan, Allah mengamini bahwa kalian berdua adalah malaikat penjagaku di dunia ini. Memang kalian tidak menuntut balasan atau pun sibuk menghitung untung dan rugi. Namun, yang sering aku lupa bahwa malaikat penjagaku juga menginginkan untuk dicintai dan dikasihi.
Aku tidak tahu sampai berapa lama kalian ada di dunia ini, tapi aku selalu merapal janji kepada Sang Maha Pencipta bahwa aku ingin membahagiakan dan merawat kalian hingga habis masa kalian nanti.
Iya, esok saat aku pulang, aku berjanji akan selalu meringankan beban kalian tanpa mengeluh. Aku juga berjanji mulai sekarang akan lebih sering menghubungi Papa dan Mama. Mendengarkan cerita kalian secara seksama dan tidak pernah bosan mendengarkan nasihat kalian yang itu-itu saja.
Aku berjanji akan selalu menjadikan kalian di urutan teratas daftar prioritasku. Aku juga akan sebisa mungkin meluangkan waktu liburku untuk pulang dan berkumpul bersama kalian. Mencicipi masakan mama yang tak pelit bumbu sembari bercengkerama bersama Papa.
Ya, demi berterimakasih kepada sang Maha Pencipta karena masih memberikan kalian waktu lebih lama demi bersamaku di dunia ini.

Dariku, yang rindu peluk hangatmu, Papa dan Mama

Untukmu, Yang Terlalu Lama Sendiri

(Artikel ini gue tulis karena gue dapat Inspirasi dari keseharian hidup (salah satu temen gue). :D )
Dalam menjalani hidup, sebagai manusia tentu kita akan dihadapkan berbagai pilihan hidup, termasuk dalam masalah cinta. Walaupun dibilang jodoh di tangan Allah, tapi rasa cinta dapat hadir kepada siapapun, sebagai naluriah manusia. Banyak orang yang menjadikan naluri alamaiahnya ini dengan memiliki pasangan agar sama-sama bahagia. Namun, sebagian juga merasakan hidup dengan kesendirian lebih menenangkan.
Memang tak ada yang bisa memaksakan seseorang yang merasakan nyaman dalam kesendiriannya. Tapi bukankah manusia ditakdirkan hidup berpasangan? Tidakkah lebih bahagia kalau tertawa bersama di akhir-akhir usia?

 

** Hak setiap orang untuk memilih jalan hidupnya

Sendiri
Seseorang berhak terhadap dirinya sendiri untuk menetap dalam kesendirian. Nonton film, ke mall, nongkrong di cafe, dan hal lainnya tentu jadi menyenangkan kalau dilakukan tanpa gangguan orang lain. Kadang kamu ngerasa lebih bisa lebih maksimal terhadap sesuatu pekerjaan jika masih tetap sendiri.
Tapi, bukankah kamu juga masih ada hak lain, untuk memenuhi belahan jiwamu? Seseorang yang bisa mengisi kekosongan separuh hatimu? Yang menggenapkanmu? Bagai dua lobus di hati, saling berbagi. Bukankah berbagi dan memberi akan lebih menyenangkan dibanding asyik sendiri. Dan bukan berarti dengan ada pasangan, akamu akan terkekang. Kamu akan tetap bisa memiliki waktu privasimu sendiri.

** Banyak jalan yang diberikan Allah untuk temukan jodohmu. Buka Hati dan Dirimu. Kenalkan dengan Dunia.

Buka Diri
Mungkin saatnya kamu berpikir ulang terhadap dirimu sendiri, apakah kamu selalu menutup diri? Bukankah banyak teman yang perhatian terhadapmu? Bukankah ada seseorang yang juga ingin dekat denganmu dan berharap menjadi seseorang yang mengisi kekosongan hatimu?  Kembali dengan niat didalam dirimu sendiri. Apa mungkin kamu sendiri yang membuat pembatas dengan semua itu karena lebih memilih egomu sendiri. Sebenanrnya, Allah SWT memang menyimpan perihal jodoh menjadi misteri yang paling sulit untuk ditebak. Kadang kita gak akan menyangka terhadap segala sesuatu yang telah Allah siapkan dalam jalan hidup kita. Bukan sesuatu yang salah untukmu jika mau membuka diri dengan semua kemungkinan-kemungkinan yang ada.

 

** Pemikiran matang jelas diperlukan. Tapi kecocokan dan rasa nyaman akan datang sejalan dengan waktu

Pasangan
Kamu memnag punya hak dalam menetapkan bagaimana klasifikasi terhadap pasangan yang kamu idamkan. Itu gak salah kok. Kamu punya pilihan untuk itu agar kamu merasa nyaman dan berpikir bahwa dengan kecocokan yang kamu dapatkan darinya, akan mengurangi kesalah pahaman antar kalian.
Tetapi, terlalu pemilih ini akan berakibat buruk kepadamu. Rasa ingin memiliki passangan terbaik dan Selektif yang kamu terapkan buat mendapatkan pasangan tentunya gak akan pernah kamu dapatkan, karena manusia gak ada yang sempurna. Mungkin kamu belum menyadari kalau suatu hubungan yang sempurna perlu sebuah proses, perlu jalan, perlu cara, mulai dari perkenalan hingga akhirnya merasa nyaman.

** Sekarang adalah hak dirimu untuk memilih. Seiring waktu, kamu akan bertemu dengan dirinya yang menjadi takdirmu

Jodoh
Bukanlah masalah untukmu jika masih ingin dalam kesendirian. Melewati detik-detik dan menikmatinya smabil larut dalam duniamu sendiri. Sudah tercukupi untuk bisa bahagia dan tak mau sesegera mungkin untuk mendpatkan pasangan. Semuanya ini, menjadi hakmu di waktu sekarang untuk merasa nyaman.
Seiring waktu, nantinya kamu akan sampai pada suatu fase kedewasaan. Saat yang akan kamu lewati dimana kamu akan sadar bahwa selamanya manusia tak bisa hidup sendiri. Kamu akan memerlukan seseorang yang menjadikanmu sempurna bagai sepatu dan menemanimu di saat tua di akhir hari nanti. Seseorang yang menjadi takdir dari yang digariskan Allah.



Untukmu, yang terlalu asyik sendiri, semoga segera hadir seseorang yang bisa membuatmu berpikir kembali, bahwa kehadirannya akan membuatmu menjalani hidup menjadi lebih indah :)

Hari Valentine dan Perlawanan Hukum Si Jomblo



Emang udah jadi trendmark buat bulan februari deh. Setiap tahunnya bakal dipenuhi balon-balon lambang hati dan berhiaskan warna merah maupun pink yang mengisi langit-langit mall, tema acara-acara TV, ataupun meme di media sosial.

Tepat di 14 februari, yang jadi hari bagi sejuta umat buat ngungkapin rasa kasih sayang dengan kekasihnya. Hari yang dikhususkan buat perayaan Valentine Day atau biasanya disebut V-Day. Entah V itu untuk Valentine atau semacam kode rahasia bagi para cowok-cowok untuk mendapatkan V lain? Entahlah.
Valentine Day dari evbuc.com

Ramainya perayaan ini juga didukung sama anak-anak ABG yang latah dalam pergaulan, kalau ada yang berasal dari barat, pasti keren. Cuma buat ikut-ikutan ataupun tuntutan dari pacar. Tanpa paham, bagaimana sejarah sebenarnya dari perayaan tersebut. Menurut beberapa buku sejarah, awalnya perayaan ini untuk mengenang kematian Santo Valentino di Italia, yang dibunuh karena melindungi seorang laki-laki dalam gerejanya, agar tidak pergi berperang, demi bersama kekasihnya. Lebih kurang ceritanya seperti itu. Atau ada cerita konspirasi bahwa V-Day ini adalah perayaan dari kaum Illuminati, dimana tiap anggotanya “merebut paksa” keperawanan anak gadis setiap tanggal 14 Februari. Entahlah. Tanpa harus mengeluarkan kata-kata “gue Islam dan tidak merayakan Valentine”, gue emang gak suka terhadap perayaan-perayaan tidak ada kejelasan manfaatnya.

Hukum jomblo dari meechan.me
Apapun itu semua, setiap perayaan Valentine Day ini sebenarnya bisa bikin yang ngerayainnya dilaporin ke polisi loh! Kok bisa ya? Ok, ditengah orang yang sedang dimabuk cinta di hari valentine, gue iseng-iseng buka hukumonline.com buat belajar masalah hubungan hukum kesehatan, tapi malah salah fokus. Haha.

Membaca beberapa artikel di website itu, menjadikan jomblo mendapat angin segar terhadap para pasangan yang sering memamerkan kemesraan mereka, yang membuat si jomblo merasa tersiksa. Contohnya aja, banyak pasangan yang bakal mesra-mesraan di hari valentine dengan gandengan tangan, rangkulan, atau bahkan pelukan. Ini kadang dilakukan tanpa liat-liat tempat atau liat-liat jomblo di sekitarnya L. Btw, hati-hati kalau si jomblo bisa ngelaporin kamu ke polisi, soalnya

Pasal 281 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur sebagai berikut“Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:1. barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan;
2. barang siapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.”
Pelukan Mesra dari Talkmen.com
KUHP sebenarnya gak ada ngasih penjelasan tentang batasan kesusilaan itu gimana, soalnya batas susila dan kesopanan di tiap daerah kan berbeda dan ada aturan masing-masing. Tapi kalau menurut masyarakat, utamanya orang sekitarnya, merasa risih dan tidak nyaman, bisa dianggap melanggar pasal itu loh. Hehe
Lain lagi buat pasangan LDR, mungkin di valentine kali ini, Cuma bisa skype, video call, atau Chat sama si pacar yang jauh disana. Atau malah saling kirim foto untuk menuntaskan kangen. Asal jangan kelewatan ya, tentang video dan foto yang dikirim. Soalnya, kalau “kelebihan” yang dikirim, bisa kena
Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi  adalah “ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan”. Perbuatan ini dapat diancam dengan penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah), menurut Pasal 29 UU Pornografi.
Stop Pornografi dari thepatria.com
Dimaksudkan pasal diatas adalah membuat sesuatu yang bersinggungan minimal dengan tampilan yang mengesankan ketelanjangan dari diri sendiri yang ditujukan bukan buat kepentingan pribadi, tapi dibagikan sama pihak lain. Itu bisa kena loh! Macam kasusnya Ariel-Luna-Cut Tari. J

Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik melarang setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang mengandung muatan yang melanggar kesusilaan. Dapat ancaman paling lama pidana penjara 6 tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah.
Perlindungan Anak dari bimbingan.org
Nah, beberapa berita di media Indonesia juga memberitakan mengenai penggrebekan pasangan yang terkena razia di beberapa hotel saat hari Valentine. Tentunya ini jadi berita yang rutin banget tiap tahunnya. Yang ditangkap gak Cuma pasangan tua, bahkan yang muda dan masih berstatus mahasiswa bahkan pelajar juga terjaring. Bukannya apa ya, anamnya berduaan saja di kamar hotel, tentu bikin pemikiran, kalau ada perbuatan tidak-tidak. Dengan tuduhan seperti itu dengan usia si pacar yang masih di bawah umur (kategori dari KOMNAS Anak itu dibawah usia 18 tahun), bisa kena UU Perlindungan anak dengan diancam hukum penjara 5 sampai 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.
Terakhir, V-Day ini katanya untuk apresiasi rasa kasih sayang sama pasangan dengan simbolnya ngasih sebuah benda yang HARUS diberikan sama orang yang disayang, bisa bikin bokek juga. Iya kalau pasangannya yang disayang Cuma satu. Kalau yang di”sayang”nya banyak? Mungkin bisa kena pasal 378 KUHP, kasus penipuan, gara-gara ngomong “Cuma kamu yang aku cinta di dunia ini”. haha

Apapun itu semua,  jangan lupa untuk menyanyangi dan mencintai orang tua. Orang tua yang tanpa ada batasan dalam cinta dan sayang bagi anaknya. Bukan Cuma di hari Valentine, tapi di sepanjang jaman.



Keep Calm and Be Single Happy

Sambil denger lagu ini ya :)

“Sendirian terus nih? Kapan punya pacar?”

Pertanyaan seperti diatas mungkin bakal jadi pertanyaan wajib tiap kali gue ketemu sama teman ataupun saudara saat ada acara-acara keluarga ataupun pernikahan teman. Pacar, sepertinya udah jadi suatu keharusan bagi seseorang untuk jadi pelengkap di suatu acara, pengisi status di media sosial, atau pengisi galeri di instagram.

Apakah memang harus seseorang memiliki pacar? Emang kalau gak punya pacar bakalan mati? Seandainya saja di dunia ini gak ada Raditya Dika ataupun akun Dagelan yang membuat seorang single putus asa. Haha. Tanpa harus pacaran pun, gue merasa tetap bahagia. Karena pacaran itu memang bukan suatu tuntutan.

Single Happy
Banggalah menjadi seorang single. Itu yang selalu gue pikirin. Gue bisa survive tanpa seorang pacar, karena gue gak mau direcokin oleh kata-kata orang lain yang menganggap bahwa gue udah harus punya pacar. Gue udah membentuk “immunity” terhadap ocehan orang lain. Yang ada, malah gue merasa menjadi orang yang harus bersyukur dengan apa yang udah terpenuhi buat gue sekarang. Gak perlu galau karena gebetan udah keduluan di tembak, gak perlu gelisah karena pacar gak ngasih kabar. Gue bangga menjadi seseorang yang bisa bertahan dari tekanan-tekanan di lingkungan sekitar gue. Dan itu membuat gue belajar agar menjadi seseorang yang lebih kuat.

Kebanyakan orang juga akan bilang : Pacaran itu emang buat repot, perlu tenaga dan pikiran ekstra, tapi itu bisa bikin bahagia. Apa memang selamanya bahagia cuma bisa didapetin lewat pacaran? Kan gak! Bahagia bisa didapetin bersama ayah dan ibu, orang yeng memiliki kasih sayang tak terbatas. Apalagi gue yakin bisa menyeimbangkan kehidupan gue dengan baik, dan hubungan pacaran gak jadi prioritas gue, karena ada target lain yang masih gue kejar.

“Kenapa gak coba dulu sama si A? Atau sama si B? Kalau gak cocok, ya kan bisa cari lagi.” Ini mungkin juga jadi argumen orang-orang. Emang dikira pacaran itu kayak nyobain baju kali ya? Atau macem asas ekonomi gitu. Asal ada yang mau, dipacarin aja. Gue sangat keberatan sama pemikiran macam ini. pasangan itu bukan Cuma asal suka sama suka. Tapi yang memang tepat. Mungkin orang berpikir kalau gue sombong atau jual mahal, atau standar tinggi, sampai gak punya pacar. Padahal gue Cuma memastikan bahwa hubungan itu terjalin dengan orang yang tepat. Ingat,  “The One” itu gak datang secepat kilat (tapi lebih cepet paket YES deh. Hehe).

“Tidak ada pacaran Dalam Islam”, Ketika kebanyakan orang tak akan keberatan memulainya karena hanya berpikir berlandaskan rasa, gue menempatkan ajaran agama sebagai acuan utama. Itu sah-sah saja kan, karena memulai atau tak memulai hubungan adalah keputusan yang personal. Akan sangat sulit menentukan aturan ‘pacaran’ yang bisa berlaku buat semua orang. Bahkan konsep pacaran zaman dulu saja sangat berbeda dengan zaman sekarang. Ajaran agama justru bisa jadi acuan yang konsisten dalam mengatur hubungan kita dengan sesama manusia, termasuk pasangan dan calon pasangan.
 
Married


“Jadi Sebenarnya apa sih tujuan utama orang pacaran? Buat pendekatan personal satu sama lain? Buat teman ke pernikahan?
Jika alasannya Cuma buat pendalaman, kan banyak cara lain selain pacaran. Kalau buat status, emang gak bisa hidup kalau statusnya single? Kalau buat pernikahan, kenapa gak langsung aja?”



Gue punya pikiran seperti itu, karena emang gue gak sepaham sama konsep paqcaran itu buat “coba-coba” pasangan sebelum menikah. Apalagi, ajang tersebut justru bisa bikin sakit hati, galau, gak enak ngapa-napain kalau ternyata gak sesuai espektasi yang diharapin. Menurut gue, kalau tertarik dan sudah sama-sama serius… langsung menikah bukanlah masalah!

Semoga orang yang seringkali memandang miring keputusan itu bisa mengerti: pacaran itu bukan keharusan!

Tetap Happy ya :)

Hijabmu Mengalihkan Dunia

Hijab, kata-kata yang sering gue denger setelah nama Dian Pelangi. Yaps, gue kenal istilah ini setelah membaca artikel tentang desainer busana muslim ini beberapa tahun lalu. Dan tumbuh menjamurlah perempuan yang memakai hijab, dengan berbagai jenis, variasi, dan modelnya masing-masing. Gue juga lihat banyak tutorial-tutorial tentang hijab. Tentunya, ini hal yang sangat menggembirakan, karena banyak perempuan yang memulai untuk menetapkan keputusan besar dalam hidupnya, untuk berhijab. Karena perlu keteguhan hati untuk melaksanakan kewajiban agama, dengan berhijab yang BENAR.

Noura
Gue sendiri sangat mengapresiasi hal tersebut. gue beterima kasih bagi para wanita yang tidak egois, yang membantu para pria untuk menjaga pandangannya. Sebenar-benanrnya tindakan yang mulia. Gimana gak? Gue pernah diceritain sama temen gue yang punya istri dengan jilbab syar’i yang katanya pernah ngangkatin jemuran baju istrinya itu, lebih berat dari baju yang biasa. Gue bisa bayangin, betapa teguhnya mereka, para perempuan, rela melakukan hal tersebut supaya lelaki terhindar dari dosa. Dan menjadikan mereka lebih sopan dan lebih bersahaja di mata lelaki.

Di jaman sekarang yang penuh sama doktrin kalau cantik itu mesti berbaju terbuka dan minimalis, tentu jadi tantangan buat perempuan dengan hijabnya. Akan tetapi, kecantikan yang sesuangguhnya itu tak perlu di buka-buka supaya bisa dirasakan. Justru hijab akan menutupinya dengan penuh kesahajaan. Gak akan tersebunyi oleh kain tebal dan panjang, justru memberikan pesona tersendiri bagi perempuan, Selama gak neko-neko dan berpedoman pada aturan yang benar.


Syar'i
Selama ini juga terpatri di pikiran lelaki bahwa berhijab adalah sebuah kewajiban.  seakan lupa kalau ada beberapa perempuan yang mau menutupi dirinya karena pilihan sendiri. Tanpa merasa terpaksa, hanya ikhlas karena dia suka mendapati dirinya dalam keadaan tertutup. Lihatlah para muslimah di negara barat yang tetap teguh dengan pendiriannya meski penampilannya dicibir oleh sejumlah masyarakat yang gak mau mengerti mengapa mereka memilih untuk berhijab. Terlepas dari perintah agama, mengenakan jilbab adalah bukti keteguhan hati.

Terkadang kesan perempuan berhijab yang membatasi diri dalam pergaulan itu menjadi seperti gadis yang pemalu, namun yang pasti perempuan berhijab gak pernah memposisikan dirinya sebagai orang yang sombong. Mereka hanya segan untuk memulai percakapan, apalagi untuk mengajak kenalan. Tingkah-tingkah seperti inilah yang membuat beberapa lelaki menjadi semakin penasaran untuk lebih dekat dengan perempuan berhijab.

Hijab
Ya, rasa hormat gue buat semua perempuan yang berhijab.  Ketika ditanya mengapa dia memilih berhijab dan jawaban yang meluncur adalah“Karena Allah” maka rasa tergetar hati ini. Jawaban seperti barusan bakal menyakinkan  bahwa jilbab dan pakaian tertutupnya bukan cuma ikut-ikutan fashion, ngikut gaya artis-artis, keputusannya adalah datang dari hati demi perintah agama. Dari sini pula, besar keyakinan bahwa perempuan berhijab kemungkinan memiliki akar agama yang kuat di dalam keluarganya.

Indonesia, sebagai negara tropis tentu juga jadi tantangan bagi perempuan berhijab. Gue sendiri gak pernah ngerasain bagaimana rasanya, namun hal tersebut dihadapi perempuan berhijab dengan ikhlas, kalem dan sabar. Sikap tenang itulah membuat mata yang memandang selalu merasa sejuk dan bagai sebuah oase di padang pasir.

Dari wanita, cantik hanyalah bonus karena yang terpenting (dan sering dilupakan) adalah cantik perilakunya, mulia akhlaknya dan serta kesolehannya. Perempuan berhijab gak semestinya hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, karena dibalik keanggunannya terdapat kepribadian yang lebih dalam dari yang dikira.

Setiap Keindahan perhiasan dunia
Hanya istri salehah perhiasan terindah

Hanya istri yang salehah
Yang punya cinta sejati
Yang akan tetap setia
Dari hidup sampai mati

(Rhoma Irama – Istri salehah)


Karena wanita yang menjaga dirinya, karena Allah, adalah sebaik-baiknya pilihan, yang tak boleh disia-siakan.

Ps : bukan artikel jualan hijab. haha