Hari Valentine dan Perlawanan Hukum Si Jomblo



Emang udah jadi trendmark buat bulan februari deh. Setiap tahunnya bakal dipenuhi balon-balon lambang hati dan berhiaskan warna merah maupun pink yang mengisi langit-langit mall, tema acara-acara TV, ataupun meme di media sosial.

Tepat di 14 februari, yang jadi hari bagi sejuta umat buat ngungkapin rasa kasih sayang dengan kekasihnya. Hari yang dikhususkan buat perayaan Valentine Day atau biasanya disebut V-Day. Entah V itu untuk Valentine atau semacam kode rahasia bagi para cowok-cowok untuk mendapatkan V lain? Entahlah.
Valentine Day dari evbuc.com

Ramainya perayaan ini juga didukung sama anak-anak ABG yang latah dalam pergaulan, kalau ada yang berasal dari barat, pasti keren. Cuma buat ikut-ikutan ataupun tuntutan dari pacar. Tanpa paham, bagaimana sejarah sebenarnya dari perayaan tersebut. Menurut beberapa buku sejarah, awalnya perayaan ini untuk mengenang kematian Santo Valentino di Italia, yang dibunuh karena melindungi seorang laki-laki dalam gerejanya, agar tidak pergi berperang, demi bersama kekasihnya. Lebih kurang ceritanya seperti itu. Atau ada cerita konspirasi bahwa V-Day ini adalah perayaan dari kaum Illuminati, dimana tiap anggotanya “merebut paksa” keperawanan anak gadis setiap tanggal 14 Februari. Entahlah. Tanpa harus mengeluarkan kata-kata “gue Islam dan tidak merayakan Valentine”, gue emang gak suka terhadap perayaan-perayaan tidak ada kejelasan manfaatnya.

Hukum jomblo dari meechan.me
Apapun itu semua, setiap perayaan Valentine Day ini sebenarnya bisa bikin yang ngerayainnya dilaporin ke polisi loh! Kok bisa ya? Ok, ditengah orang yang sedang dimabuk cinta di hari valentine, gue iseng-iseng buka hukumonline.com buat belajar masalah hubungan hukum kesehatan, tapi malah salah fokus. Haha.

Membaca beberapa artikel di website itu, menjadikan jomblo mendapat angin segar terhadap para pasangan yang sering memamerkan kemesraan mereka, yang membuat si jomblo merasa tersiksa. Contohnya aja, banyak pasangan yang bakal mesra-mesraan di hari valentine dengan gandengan tangan, rangkulan, atau bahkan pelukan. Ini kadang dilakukan tanpa liat-liat tempat atau liat-liat jomblo di sekitarnya L. Btw, hati-hati kalau si jomblo bisa ngelaporin kamu ke polisi, soalnya

Pasal 281 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur sebagai berikut“Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:1. barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan;
2. barang siapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.”
Pelukan Mesra dari Talkmen.com
KUHP sebenarnya gak ada ngasih penjelasan tentang batasan kesusilaan itu gimana, soalnya batas susila dan kesopanan di tiap daerah kan berbeda dan ada aturan masing-masing. Tapi kalau menurut masyarakat, utamanya orang sekitarnya, merasa risih dan tidak nyaman, bisa dianggap melanggar pasal itu loh. Hehe
Lain lagi buat pasangan LDR, mungkin di valentine kali ini, Cuma bisa skype, video call, atau Chat sama si pacar yang jauh disana. Atau malah saling kirim foto untuk menuntaskan kangen. Asal jangan kelewatan ya, tentang video dan foto yang dikirim. Soalnya, kalau “kelebihan” yang dikirim, bisa kena
Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi  adalah “ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan”. Perbuatan ini dapat diancam dengan penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah), menurut Pasal 29 UU Pornografi.
Stop Pornografi dari thepatria.com
Dimaksudkan pasal diatas adalah membuat sesuatu yang bersinggungan minimal dengan tampilan yang mengesankan ketelanjangan dari diri sendiri yang ditujukan bukan buat kepentingan pribadi, tapi dibagikan sama pihak lain. Itu bisa kena loh! Macam kasusnya Ariel-Luna-Cut Tari. J

Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik melarang setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang mengandung muatan yang melanggar kesusilaan. Dapat ancaman paling lama pidana penjara 6 tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah.
Perlindungan Anak dari bimbingan.org
Nah, beberapa berita di media Indonesia juga memberitakan mengenai penggrebekan pasangan yang terkena razia di beberapa hotel saat hari Valentine. Tentunya ini jadi berita yang rutin banget tiap tahunnya. Yang ditangkap gak Cuma pasangan tua, bahkan yang muda dan masih berstatus mahasiswa bahkan pelajar juga terjaring. Bukannya apa ya, anamnya berduaan saja di kamar hotel, tentu bikin pemikiran, kalau ada perbuatan tidak-tidak. Dengan tuduhan seperti itu dengan usia si pacar yang masih di bawah umur (kategori dari KOMNAS Anak itu dibawah usia 18 tahun), bisa kena UU Perlindungan anak dengan diancam hukum penjara 5 sampai 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.
Terakhir, V-Day ini katanya untuk apresiasi rasa kasih sayang sama pasangan dengan simbolnya ngasih sebuah benda yang HARUS diberikan sama orang yang disayang, bisa bikin bokek juga. Iya kalau pasangannya yang disayang Cuma satu. Kalau yang di”sayang”nya banyak? Mungkin bisa kena pasal 378 KUHP, kasus penipuan, gara-gara ngomong “Cuma kamu yang aku cinta di dunia ini”. haha

Apapun itu semua,  jangan lupa untuk menyanyangi dan mencintai orang tua. Orang tua yang tanpa ada batasan dalam cinta dan sayang bagi anaknya. Bukan Cuma di hari Valentine, tapi di sepanjang jaman.



Keep Calm and Be Single Happy

Sambil denger lagu ini ya :)

“Sendirian terus nih? Kapan punya pacar?”

Pertanyaan seperti diatas mungkin bakal jadi pertanyaan wajib tiap kali gue ketemu sama teman ataupun saudara saat ada acara-acara keluarga ataupun pernikahan teman. Pacar, sepertinya udah jadi suatu keharusan bagi seseorang untuk jadi pelengkap di suatu acara, pengisi status di media sosial, atau pengisi galeri di instagram.

Apakah memang harus seseorang memiliki pacar? Emang kalau gak punya pacar bakalan mati? Seandainya saja di dunia ini gak ada Raditya Dika ataupun akun Dagelan yang membuat seorang single putus asa. Haha. Tanpa harus pacaran pun, gue merasa tetap bahagia. Karena pacaran itu memang bukan suatu tuntutan.

Single Happy
Banggalah menjadi seorang single. Itu yang selalu gue pikirin. Gue bisa survive tanpa seorang pacar, karena gue gak mau direcokin oleh kata-kata orang lain yang menganggap bahwa gue udah harus punya pacar. Gue udah membentuk “immunity” terhadap ocehan orang lain. Yang ada, malah gue merasa menjadi orang yang harus bersyukur dengan apa yang udah terpenuhi buat gue sekarang. Gak perlu galau karena gebetan udah keduluan di tembak, gak perlu gelisah karena pacar gak ngasih kabar. Gue bangga menjadi seseorang yang bisa bertahan dari tekanan-tekanan di lingkungan sekitar gue. Dan itu membuat gue belajar agar menjadi seseorang yang lebih kuat.

Kebanyakan orang juga akan bilang : Pacaran itu emang buat repot, perlu tenaga dan pikiran ekstra, tapi itu bisa bikin bahagia. Apa memang selamanya bahagia cuma bisa didapetin lewat pacaran? Kan gak! Bahagia bisa didapetin bersama ayah dan ibu, orang yeng memiliki kasih sayang tak terbatas. Apalagi gue yakin bisa menyeimbangkan kehidupan gue dengan baik, dan hubungan pacaran gak jadi prioritas gue, karena ada target lain yang masih gue kejar.

“Kenapa gak coba dulu sama si A? Atau sama si B? Kalau gak cocok, ya kan bisa cari lagi.” Ini mungkin juga jadi argumen orang-orang. Emang dikira pacaran itu kayak nyobain baju kali ya? Atau macem asas ekonomi gitu. Asal ada yang mau, dipacarin aja. Gue sangat keberatan sama pemikiran macam ini. pasangan itu bukan Cuma asal suka sama suka. Tapi yang memang tepat. Mungkin orang berpikir kalau gue sombong atau jual mahal, atau standar tinggi, sampai gak punya pacar. Padahal gue Cuma memastikan bahwa hubungan itu terjalin dengan orang yang tepat. Ingat,  “The One” itu gak datang secepat kilat (tapi lebih cepet paket YES deh. Hehe).

“Tidak ada pacaran Dalam Islam”, Ketika kebanyakan orang tak akan keberatan memulainya karena hanya berpikir berlandaskan rasa, gue menempatkan ajaran agama sebagai acuan utama. Itu sah-sah saja kan, karena memulai atau tak memulai hubungan adalah keputusan yang personal. Akan sangat sulit menentukan aturan ‘pacaran’ yang bisa berlaku buat semua orang. Bahkan konsep pacaran zaman dulu saja sangat berbeda dengan zaman sekarang. Ajaran agama justru bisa jadi acuan yang konsisten dalam mengatur hubungan kita dengan sesama manusia, termasuk pasangan dan calon pasangan.
 
Married


“Jadi Sebenarnya apa sih tujuan utama orang pacaran? Buat pendekatan personal satu sama lain? Buat teman ke pernikahan?
Jika alasannya Cuma buat pendalaman, kan banyak cara lain selain pacaran. Kalau buat status, emang gak bisa hidup kalau statusnya single? Kalau buat pernikahan, kenapa gak langsung aja?”



Gue punya pikiran seperti itu, karena emang gue gak sepaham sama konsep paqcaran itu buat “coba-coba” pasangan sebelum menikah. Apalagi, ajang tersebut justru bisa bikin sakit hati, galau, gak enak ngapa-napain kalau ternyata gak sesuai espektasi yang diharapin. Menurut gue, kalau tertarik dan sudah sama-sama serius… langsung menikah bukanlah masalah!

Semoga orang yang seringkali memandang miring keputusan itu bisa mengerti: pacaran itu bukan keharusan!

Tetap Happy ya :)

Hijabmu Mengalihkan Dunia

Hijab, kata-kata yang sering gue denger setelah nama Dian Pelangi. Yaps, gue kenal istilah ini setelah membaca artikel tentang desainer busana muslim ini beberapa tahun lalu. Dan tumbuh menjamurlah perempuan yang memakai hijab, dengan berbagai jenis, variasi, dan modelnya masing-masing. Gue juga lihat banyak tutorial-tutorial tentang hijab. Tentunya, ini hal yang sangat menggembirakan, karena banyak perempuan yang memulai untuk menetapkan keputusan besar dalam hidupnya, untuk berhijab. Karena perlu keteguhan hati untuk melaksanakan kewajiban agama, dengan berhijab yang BENAR.

Noura
Gue sendiri sangat mengapresiasi hal tersebut. gue beterima kasih bagi para wanita yang tidak egois, yang membantu para pria untuk menjaga pandangannya. Sebenar-benanrnya tindakan yang mulia. Gimana gak? Gue pernah diceritain sama temen gue yang punya istri dengan jilbab syar’i yang katanya pernah ngangkatin jemuran baju istrinya itu, lebih berat dari baju yang biasa. Gue bisa bayangin, betapa teguhnya mereka, para perempuan, rela melakukan hal tersebut supaya lelaki terhindar dari dosa. Dan menjadikan mereka lebih sopan dan lebih bersahaja di mata lelaki.

Di jaman sekarang yang penuh sama doktrin kalau cantik itu mesti berbaju terbuka dan minimalis, tentu jadi tantangan buat perempuan dengan hijabnya. Akan tetapi, kecantikan yang sesuangguhnya itu tak perlu di buka-buka supaya bisa dirasakan. Justru hijab akan menutupinya dengan penuh kesahajaan. Gak akan tersebunyi oleh kain tebal dan panjang, justru memberikan pesona tersendiri bagi perempuan, Selama gak neko-neko dan berpedoman pada aturan yang benar.


Syar'i
Selama ini juga terpatri di pikiran lelaki bahwa berhijab adalah sebuah kewajiban.  seakan lupa kalau ada beberapa perempuan yang mau menutupi dirinya karena pilihan sendiri. Tanpa merasa terpaksa, hanya ikhlas karena dia suka mendapati dirinya dalam keadaan tertutup. Lihatlah para muslimah di negara barat yang tetap teguh dengan pendiriannya meski penampilannya dicibir oleh sejumlah masyarakat yang gak mau mengerti mengapa mereka memilih untuk berhijab. Terlepas dari perintah agama, mengenakan jilbab adalah bukti keteguhan hati.

Terkadang kesan perempuan berhijab yang membatasi diri dalam pergaulan itu menjadi seperti gadis yang pemalu, namun yang pasti perempuan berhijab gak pernah memposisikan dirinya sebagai orang yang sombong. Mereka hanya segan untuk memulai percakapan, apalagi untuk mengajak kenalan. Tingkah-tingkah seperti inilah yang membuat beberapa lelaki menjadi semakin penasaran untuk lebih dekat dengan perempuan berhijab.

Hijab
Ya, rasa hormat gue buat semua perempuan yang berhijab.  Ketika ditanya mengapa dia memilih berhijab dan jawaban yang meluncur adalah“Karena Allah” maka rasa tergetar hati ini. Jawaban seperti barusan bakal menyakinkan  bahwa jilbab dan pakaian tertutupnya bukan cuma ikut-ikutan fashion, ngikut gaya artis-artis, keputusannya adalah datang dari hati demi perintah agama. Dari sini pula, besar keyakinan bahwa perempuan berhijab kemungkinan memiliki akar agama yang kuat di dalam keluarganya.

Indonesia, sebagai negara tropis tentu juga jadi tantangan bagi perempuan berhijab. Gue sendiri gak pernah ngerasain bagaimana rasanya, namun hal tersebut dihadapi perempuan berhijab dengan ikhlas, kalem dan sabar. Sikap tenang itulah membuat mata yang memandang selalu merasa sejuk dan bagai sebuah oase di padang pasir.

Dari wanita, cantik hanyalah bonus karena yang terpenting (dan sering dilupakan) adalah cantik perilakunya, mulia akhlaknya dan serta kesolehannya. Perempuan berhijab gak semestinya hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, karena dibalik keanggunannya terdapat kepribadian yang lebih dalam dari yang dikira.

Setiap Keindahan perhiasan dunia
Hanya istri salehah perhiasan terindah

Hanya istri yang salehah
Yang punya cinta sejati
Yang akan tetap setia
Dari hidup sampai mati

(Rhoma Irama – Istri salehah)


Karena wanita yang menjaga dirinya, karena Allah, adalah sebaik-baiknya pilihan, yang tak boleh disia-siakan.

Ps : bukan artikel jualan hijab. haha

Anak Mama Gak Boleh Pulang Larut Malam (Traveling Surabaya – Part 2)

Yes, Setelah di Part 1 ngebahas tentang perjalanan panjang dari Samarinda menuju Surabaya, sampailah di Part 2 yang bakal ngebahas semua itinerary city tour of Surabaya. Sekalian berapa biaya yang habis buat jalan-jalan ini. BTW, ini share cost ya, soalnya perginya rombongan, ada 7 orang, termasuk gue. Jadi paling gak, costnya jadi murah.


Minggu, 17 Agustus 2014

Sarapannya GriyoNur
Pas Banget sama HUT Kemerdekaan NKRI ke 69, gue dan temen-temen lain bikin acara city tour Surabaya untuk hari ini. Kota Pahlawan, pas banget buat mengingat sejarah perjuangan kemerdekaan Negara Indonesia, supaya gak lupa sama nasionalisme kita sebagai penerus estafet membangun bangsa dan negara (MERDEKA !!!!)

Itinerary baru disusun pagi, jam 6. Haha. Masih jetlag dengan beda waktu antara Samarinda dan Surabaya. Jam 6 udah terang banget matahari, yang biasanya masih berkabut. Hehe. Ok, dengan Itinerary 12 jam ini, gue sesuaikan sama tempat-tempat yang recommended buat dikunjungin di Surabaya. Dalam posisi 3 laki-laki banding 4 wanita, jadi pastinya harus lebih banyak kunjungan wisata Belanja. Naluri dasar wanita. Ya ok lah, ngalah deh sama cewek. Haha.

Untuk transportasinya, Azhadi yang urus. Untung banget dapet mobil APV jadi gak dempet-dempetan kayak sarden. Sewa mobil ini udah disediain sama GriyoNur Homestay. Biayanya Rp. 350.000/12 jam. Lumayan murah, karena udah termasuk Driver dan BBM (bensin, bukan PIN BBM omnya. hehe).

09.00 ---- Molor dari jam keberangkatan awal, baru terlaksana jam 09.30. soalnya Drivernya mesti ganti. Yang sebelumnya sakit, yo wes lah, ora opo-opo. Dan destinasi awal adalah Tugu Pahlawan. Jalan di hari minggu ini ternyata lengang banget. Untung banget gak macet. Padahal lagi 17-an. Di jalan banyak juga bangunan-bangunan tempo dulu yang masih terawat di surabaya.




10.00 --- Sampai di Tugu Pahlawan. Di bagian pintu masuk, akan disambut sama relief-relief yang menceritakan perjuangan rakyat dan patung dua proklamator bangsa. Nah, didalam kompleks Tugu, dikiri-kanan akan banyak sekali sisa-sisa kendaraan perang, dari tank, meriam gerak, peluncur granat, yang bisa jadi objek foto-foto. Terus Ada makam Pahlawan Tak Dikenal di Lapangan tengah tugu ini.  Selain itu ada Museum Perjuangan Rakyat Surabaya. Banyak banget diorama aktraktif dan koleksi-koleksi senjata, kendaraan perang, foto dan lukisan perjuangan yang bisa jadi pelajaran sejarah, apalagi buat anak-anak.jangan lupa juga, ada foto booth lucu di pintu keluar museum. oh ya, untuk biaya masuk Museum Rp. 15.000/orang dewasa, anak Rp. 5.000 (weekend). Kalau hari biasa Rp.10.000/orang dewasa, dan anak-anak gratis. (Biaya Parkir Rp. 3.000)  



  










View 

11.30 --- saatnya move on dari tugu pahlawan, lanjut ke House Of Sampoerna (HOS). Alasan kenapa harus kesini? Karena disini kamu bisa liat langsung bagaimana proses rokok asli indonesia dibuat. Bagaimana awalnya dari produksi rokok berkembang di Indonesia. Dan kisah sejarah Putra sampoerna mengembangkan bisnis tembakau di Indonesia. Selain itu, masuknya gak perlu bayar, alias GRATIS. Haha. Lumayan buat objek foto kan? Jalan ke HOS melewati bekas bangunan penjara jaman belanda yang sekarang difungsikan sebagian buat tempat tinggal penduduk. Serem juga sih, apalagi kalau malem. Kompleks HOS ada 2 bagian, bangunan utama ada 2 lantai. lantai 1 jadi musium rokok dan lantai 2 jadi toko suvenir. Sedangkan bangunan kecil di sebelah kiri jadi Cafe sampoerna. (Biaya Parkir Rp. 2.000)








Jembatan Merah 
12.30 --- kita pindah jalur lagi menuju Jembatan Merah Plaza (JMP). Yah, ini adalah impian utama para wanita-wanita di rombongan gue. Cukup sementara tur sejarahnya, saatnya belanja. JMP sendiri emang deket banget dengan Jembatan Merah yang termasyhur itu dan membentang diatas Kali Mas. Dan berhadapan dengan Taman Memorial Jayengrono. Di seberang sungai, banyak bangunan-bangunan tempo dulu yang bikin inget sama film-film arsip Nasional, antara rakyat surabaya lawan NICA. Semuanya Masih terawat. Saran gue sih, mending pas malem aja kesini. Lebih bagus viewnya. hehe
JMP dari Taman Jayengrono

Sekalian Sholat dan makan siang disini. Oh ya, dilantai 4, ada food court tradisionalnya. Yang unik, penjual gado-gadonya ngulek langsung di tempat loh. Disini, gue nyobain Brengkes (jangan Salah Sebut. Haha) Tongkol dan Jus Mangga. Ini model pepes di bakar. Rasa bumbunya nyatu banget sama daging tongkolnya. Mantep deh. Harus Dicoba! Harga 1 paket ini Cuma Rp. 15.000. Murah kan? (Biaya Parkir Rp. 3.000)





Tut..tut...
14.00 ---  Ke Pusat Grosir Surabaya (PGS). Dulunya tempat ini Bekas Pasar Turi yang hangus kebakaran tahun 2007 ya (gue lupa juga), jadi pedagangnya banyak yang di relokasi ke sini. Jadi lebih enak sih buat belanja. Disini pas banget buat gue yang punya jiwa bisnis, buat jadi tempat distributor barang-barang buat jualan. Mirip Tanah Abang jakarta. Jam tangan, kacamata, baju,celana, aksesoris, apapun bisa didapat disini dengan harga grosiran. Gue gak cerita banyak disini. Soalnya gue ak keliling di PGS. Gue Cuma bikin kacamata buat gantiin kacamata gue yang udah kurang pas. Yeps, minus gue naik dari 6,5 jadi 7. Haha. Disini kacamata yang dijual murah. Gue dapat paket lensa + frame Rp. 175.000. (Biaya parkir Rp. 3.000). btw, kalau mau cari perabotan rumah tangga, di sebelahnya, Dupak Grosir yang nyediain. Cukup jalan 300 meter. Dan PGS ini juga nyatu sama stasiun kereta api.





Kesorean :(
Miniatur Kapalnya 
16.30 ---- Masjid Cheng Ho. Ini salah satu masjid sejarah yang ada di surabaya, dibangun sama Laksamana Muslim dari China, jendral Cheng Ho alias H. Mahmud Shamz. Selain di surabaya, masjid Cheng Ho lainnya ada di Palembang dan Semarang. Desainnya juga hampir sama, dengan desain tradisional tionghoa dan warna dominasi merah yang artinya keselamatan dan emas yang artinya kejayaan. Disini juga jadi pusat kegiatan muslim tionghoa untuk belajar dan berolahraga. Didepan masjid ini ada kompleks taman makam pahlawan dan ITC Mall. Sayang gak sempat ke ITC (disini nyediain semua barang elektronik. Setipe mangga dua), Udah mau tutup. Buka Cuma dari jam 8 pagi sampai 5 sore. (biaya Parkir + Biaya Perawatan Masjid Rp. 5.000)





17.30 --- MonKaSel (Monumen Kapal Selam). Biaya Masuk Rp. 15.000/orang dewasa, dan Rp. 5.000/orang anak. Tiketnya ada 2 macam, untuk masuk ke kapal selam dan untuk nonton Diorama. Diorama ini ditayangin tiap 2 jam sekali. Tapi sayang, kemarin gak sempat nonton diorama karena masih ada tujuan lain yang mestidi tuju. Lagian rombongan gue juga gak minat nonton sejarah, hikss. Sedikit cerita, kapal Selam Pasopati yang jadi monumen ini diapakai dari tahun 1962, jenis SS Type Whiskey Class dibuat di Vladi Wosotk -  Rusia. Kapal selam ini jadi bagian ketika Angkatan bersenjata indonesia menjadi salah satu yang terkuat dan ditakuti oleh bangsa lain. Semoga deh, bisa kembali ke masa itu lagi. Amin.. (Biaya Parkir Rp. 3.000)

Numpang Bang. hehe
View depan













18.30 --- Patung Surabaya. Patung surabaya ini sebenarnya sih ada 3 tempat dari yang gue perhatiin. Salah satunya yang di belakang dari MonKaSel ini, daerah Kali Mas. Khas dari Patung yang ini adalah ada air mancurnya. Hehe. masuknya lewat samping, dari tempat parkir kendaraan. kalau malam, tempat ini dijadiin sarana buat anak muda surabaya main skateboard dan latihan dance. salut buat Bu Risma yang udah nyediain tempat kreasi buat anak mudanya. (Masuk Gratis)

Harus Foto :)






ladypiano.files.wordpress.com


19.30 --- Surabaya Town Square. Gak bisa review banyak disini. Ini emang tempat belanja yang khusus buat wanita deh. Soalnya pas datang ke Sutos, lagi ada acara pensi + ada Surabaya Fashion Week yang diadain sama Anak-anak SMA Surabaya. Yepz, wanita-wanita rombongan gue jadi kalap. Soalnya lagi ada promo fashion yang murah banget. Ya udah, gue Cuma nungguin sambil nontonin band-band lokal surabaya manggung (sambil liatan anak-anak SMA yang bening-bening. Haha).






21.00 --- Mau lanjut ke Jembatan SURAMADU (Surabaya – Madura). Sambil ngabisin waktu sewa mobil. Berhubung bapak drivernya juga baik banget mau ngebawa keliling surabaya. Di tengah Perjalanan, temen rombongan gue ngebet banget pengen pulang. Yeah, dia barusan dapet telpon dari mama tersayang, ngingetin kalau anak mama udah mesti bobo, udah larut malam. Ok,  “Anak Mama Gak Boleh Pulang Larut Malam” inilah yang membawa kami kembali ke penginapan. Ok lah, mungkin kesempatan lain bisa. Oh, iya. Makan malamnya di Bebek Goreng UWKS. harganya Rp. 15.000/porsi + es Teh. hehe

Ok, ini dia itenerary singkat tour Hari ini. ini hitungannya buat per orang ya :
-          Mobil : Rp. 50.000
-          Parkiran : Totalnya Rp. 22.000, jadi per Orang Rp. 3.000
-          Tiket Masuk : Rp. 30.000/orang
-          Makan : Rp. 30.000 (tergantung pilihan menu masing-masing)

Totalnya Rp. 113.000 untuk seharian. Lumayan murah kan? Haha. Kalau gak weekend, biaya masuk itu bisa lebih murah lagi. Tapi lumayan lah buat jalan-jalan seharian. Dan itu gak termasuk belanja oleh-oleh ya. Haha


Bonus :

Muka-muka tegang sebelum ujian UKMPPD tanggal 23 Agustus 2014
 
Belanja Oleh-oleh di Pasar Genteng Surabaya

Seluruh Rombongan Dokter Universitas Mulawarman (Dokter 24) sebelum Pulang ke Samarinda

Ada part 3? haha... kali ini cukup 2 part ya. udah panjang banget nih.

TEPIAN di Kala Hujan

TEPIAN, Teduh Rapi Indah Aman Nyaman. Itulah semboyan singkat dari kotaku tercinta, Samarinda. Semboyan yang pasti akan sangat menyenangkan bagi yang menempatinya. Tapi kadang, ekspektasi memang tidak sejalan dengan kenyataan.

Kotaku tercinta ini sekarang disekap oleh lahan tambang, dipenuhi oleh gedung-gedung bertingkat, dikepung oleh banjir yang siap menyerang bila bala bantuannya, hujan, ikut bergabung. Hilang sudah keteduhan yang direbut oleh panasnya batu bara, kerapian dan keindahan pohon-pohon yang tergantikan bayangan bangunan pencakar langit, dan keamanan serta kenyamanan yang diintai oleh genangan air yang menjadi banjir.

from : pesutmahakam.files.wordpress.com/
Mungkin orang-orang akan bilang “Kenapa sih, ikam sibuk banar mikirin kondisinya Samarinda? Ikam handak jadi Walikota kah?” Gini, wal. Gue emang bukan lahir dan dibesarkan di Samarinda, Tapi, Samarinda udah Menjadi kampung halaman kedua buat gue. Tempat gue mendapat ilmu yang bisa gue gunain buat orang banyak, wal. Kadada salahnya kan kalau gue juga berpikir kritis demi kemajuan kota tercinta ini.

Baru-baru ini, ada rencana pembangunan salah satu taman bermain Indoor terbesar Indonesia di Samarinda. Tentunya ini jadi kabar yang (mungkin) menyenangkan. Bisa menarik wisatawan untuk mengunjungi Samarinda dan menambah profit daerah. Tapi, agak tertohok kalau gue harus menjawab pertanyaan orang “Eh, gue mau liburan nih. Taman indoor yang di Samarinda apa Makassar ya? Kalau di samarinda ada apa aja? Kalau di makassar kan ada pantai losari, museum lagaligo, bla, bla, bla”. Dan, gue harus menyerah, baru di pertanyaan pertama. Setiap search di google dengan keywoard “wisata Samarinda”, yang muncul hanya desa Pampang. Selebihnya malah muncul Pantai beras Basah atau pulau Kumala. Duh, itu punya tetangga.  
from : green.kompasiana.com

Sama seperti perbincangan beberapa hari yang lalu, teman gue yang dari lahir sampai umur 23 tahun menetap di Samarinda, pernah nanya ke gue “mumpung liburan nih. Mau keliling samarinda. kira-kira wisatanya ada apa aja ya?”. Ya elah, gue baru 6 tahun di sini. Kalah 17 tahun dari dia yang punya kesempatan buat main di sudut gorong-gorong samarinda. Tapi gue juga jadi sadar. Tempat apa yang menarik buat jadi review wisata di Samarinda ?


Dari pengamatan gue, Indonesia gak seperti Amerika, yang punya libur musim panas atau musim dingin yang sangat panjang. Atau Jepang yang hampir tiap 2 minggu ada libur perayaan. Indonesia Cuma ada libur tengah tahun dan libur akhir tahun. Itupun, kalau dari yang gue amatin, kebanyakan libur tengah taun dimanfaatin buat daftar masuk sekolah atau ajaran baru. Jadi pikiran dan uang yang ada fokus buat ke arah sana. Sedangkan kalau liburan buat jalan-jalan kebanyakan di akhir taun. Tapi ya, musim hujan bakal lebih aktif di bulan BER (NovemBER-DesemBER). Dan hujan bisa jadi musuh di Samarinda.

Masa iya harus ada pemberlakuan Travel Warning ke Samarinda saat musim Hujan?


Tinggalkanlah dulu proyek taman indoor yang cukup menyita perdebatan, sebelum infrastruktur pendukung lain terbangun baik. Ataupun taman-taman penuh Lampion di pinggiran tepian Mahakam. Disaat Samarinda masih dihantui dengan menu Byar-Pet tanpa kejelasan.

from : samarinda-tour.blogspot.com
Semoga ada kabar menyenangkan tentang pembangunan Taman-taman kota dengan pohon yang sebanyak-banyaknya, yang bisa menjadi kantong-kantong resapan air untuk mengurangi banjir. Berharap pula ada Headline koran mengenai wisata-wisata alam samarinda yang kini banyak terlupakan perawatannya, hidup dan berjaya kembali. Wisata Air Terjun Tanah Merah, Air Terjun Batu Besaung & Pinang Seribu, atau wisata air di Waduk Benanga, Polder Air Hitam, dan tentunya, Lahan Bekas Tambang yang menjamur di Samarinda mungkin bisa jadi wisata menarik. Tentunya akan lebih menguntungkan dengan tambahan penghasilan bagi warga sekitar serta memumpuk rasa mencintai alam bagi anak cucu.

from susufresh.blogspot.com
Cukuplah “kota seribu Sungai” menjadi julukan Banjarmasin, “The City Of Water” dipegang olhe Venezia. Tetaplah Samarinda menjadi kota Tepian, Tempat indah di kala matahari muncul bersinar dan tenggelam yang menyejukkan hati dan menjadi sumber penghidupan melalui air dan fauna air tawar untuk hidup manusia. Jangan tenggelamkan TEPIAN dan menjadikannya sungai dengan banjir yang selalu siap siaga menyergap Samarinda.

Gue harap, semua pendukung infrastruktur di samarinda bisa selesai secepat dan sebaik mungkin, Bandara Sungai Siring yang estimasinya bisa menampung 5 juta penumpang setiap tahunnya dan Pengendalian Banjir Samarinda. Jadi nanti gue bisa dengan bangga menceritakan wisata bisa dijalanin di Kaltim, dengan transportasi yang ringkas dan mudah. Tanpa harus membuang dua jam melelelahkan ke rumah tetangga dan harus mengarungi Sungai-sungai Siluman. Samarinda juga terbebas dari panas, debu serta polusi dari tambang batubara yang mengitari kota. dan paling penting, ke”ringan tangan”an Warga Samarinda untuk memungut dan membuang sampah pada Tempatnya, bukan di selokan atau bantaran sungai. Sebab luapan Tangisan Sungai-sungai akan membawa balasan kepada kita sendiri.


Karena TEPIAN, tetap di SAMARINDA.



“Mati Aku, Hilang Anak Orang!” (Traveling Surabaya – Part 1)


Balik lagi dengan cerita travelling gue. Setelah kemarin gue berbagi tips buat Backpackeran solo ke Makassar, sekarang gue bakal bagi tips dan cerita buat kalian tentang perjalanan gue ke surabaya. Perjalanan kali ini bisa dibilang bukan backpacker sih, soalnya misi utamanya adalah ujian UKDI atau UKMPPD yang harus gue lewatin sebagai syarat lulus dari pendidikan gue. Makanya lebih banyak gue habisin buat ngelamun belajar di homestay gue.

Tapi, tenang aja, gue sempet buat nge-trip keliling surabaya sama temen-temen gue yang juga punya misi yang sama. Paling gak, trip 2 hari yang gue sempetin buat keliling surabaya bisa jadi referensi kalian buat city tour di surabaya. Dan sedikit juga cerita tentang ujian gue. Jadi mungkin, ceritanya bakal panjang dan gue bagi per part. Biar kaya mini seri gitu. Hehe

And The Journey Start Begin

Sabtu, 16 Agustus 2014

Mungkin dia Lelah :)
Hoammmm... Perjalanan pagi buta lagi. Ini nih deritanya tinggal di ibukota (Samarinda) yang gak punya bandara besar (Uhuukk !!!). Harus menempuh perjalanan dua jam lagi menuju ke Bandara Sepinggan Balikpapan. Kali ini perjalanan dimulai dari jam 6 pagi. Dijemput oleh travel yang udah dipesen (Rp. 300.000), gue, dan dua temen gue, Azhadi dan Tian, berangkat ke Balikpapan. Kali ini perjalanan aman dan lancar. Sempet mau berenti di Tahu Sumedang, tapi untung temen gue yang lain udah ada yang beliin duluan. 


Foto Rombongan
Jam 09.00, sampai di Bandara Sepinggan, dan check-in di Citilink untuk keberangkatan jam 10.00.
Yeps, Nunggu di Ruang tunggu, dengan pergi rombongan kaya gini, kegiatan groufie gak bisa dilewatin. Ok lah, gue emang gak terlalu senang foto, jadi gak ikut larut dalam kebahagian groufie yang lain (jadi pendonor buat tongsis sama kamera aja sih. Hehe)




Narsis Lagi
Citilink, “anak” perusahaan Garuda ini emang gak pernah dapet predikat buruk buat jam keberangkatan. Tiap naik citilink selalu ontime (bukan promo, Cuma testi pelanggan aja). Tapi ya namanya low cost flight, gak dapet makan diatas. Makanya paling ga sedia snack sama air mineral sendiri aja. Gak lupa deh, foto awan dan langit. Biar jadi anak masa kini, anak gaul. Hehe



Foto Awan. haha
Tiap perjalanan udara, selain garuda, gue kebanyakan tidur atau baca majalah maskapai. Tau aja kan kalau low cost gak ada hiburan TV atau music macem garuda. Tapi lumayan terhibur sama pramugari yang cantik, gaul, eksis abis. Jadi pemandangan menarik selama penerbangan. Hehe

Jam 11.00, pesawat akhirnya landing di bandara Juanda Surabaya. Landingnya di bandara terminal 1 yang masih tradisional banget. Soalnya buat garuda dan penerbangan internasional, ada di terminal 2 yang lebih jauh hampir 2 km dari bandara khusus domestik ini.  Dan terminal 1 ini lebih kecil, dan untungnya jadi lebih gampang narik bagasi.


Terminal Kedatangan Juanda


Keluar dari pintu keberangkatan, bakal ada banyak taksi bandara yang nyambut. Pilihan jatuh ke
KAHA Taxi. Karna itung-itung pergi dengan rombongan, mending ambil taksi yang nyediain mobil mini SUV (xenia, Avanza, dll), soalnya bisa muat barang dan orang lebih banyak, dan tempat menginap lebih jauh, jadi pakai taksi yang bayar per Zona.


Itung-itungannya gini, jarak dari bandara ke penginapan gue ± 15 km. Untuk argo, bayarannya kurang lebih Rp. 100.000, tapi Cuma bisa muat orang maksimal 3, karena sisa spacenya buat koper yang besarnya naudzubillah (koper temen-temen gue yang cewek). Sedangkan kalau taksi Zona, bayarnya Rp. 110.000. tapi dengan jumlah orang bisa sampai 6 dan bagasi belakang yang luas. Jadi, pilih antara Rp. 33.000/orang (Argo) atau Rp. 20.000/orang (zona), udah tau kan milih yang mana?

Waktu tempuh antara bandara dan penginapan yang gue itung 45 menit. Itu udah lewat tol surabaya dan muter daerah sidoarjo. Gue masih asing sama daerah selain Kota surabaya. Oh ya, bayar tolnya totalnya Rp. 11.500. jangan lupa siapin ya.

Depan GriyoNur

Sampai di penginapan. Kali ini gue menginap di GriyoNur Homestay, Jalan Dukuh Kupang XXX, Surabaya Timur. Gue ikut rombongan aja nginap disini. Alasannya, supaya deket tempat tes, di Universitas Wijaya Kesuma Surabaya (UWKS), tinggal jalan 500 meter/3 menit, udah nyampe UWKS. Tarif menginapnya lumayan, yang gue tempatin tipe Deluxe Rp. 275.000/ malam untuk 3 orang. Jadi Rp. 92.000/orang/hari. Fasilitasnya bed twin dan bed singel, bantal, guling, selimut, TV Siaran lokal, AC, kamar mandi dalam (air panas), dan sarapan pagi. So, buat backpacker, apalagi solo, Gue gak anjurin (mending ke Capsule Homestay). Bagus kalau rombongan.

Kamar Deluxe Griyo Nur
Jam 12 sampai jam 4 sore, gue manfaatin buat istirahat dulu. Perjalanan ini cukup melelahkan. Isi energi buat perjalanan malam minggu. Oh ya, untuk makan, ada resto murah didekat GriyoNur, namanya KoKen. Pilihan makanan seafoodnya murah dan banyak (dambaan Mahasiswa. Haha). Per porsi udang asam manis Cuma bayar Rp. 20.000 bisa untuk 2-3 orang loh.

Jam 4 sore, mulai itinerary singkat pertama. Tunjungan Plaza. Yaps, gue agak penasaran dengan mall yang merupakan terbesar di jawa timur ini. Lagian temen-temen yang lain juga minat untuk kesini. Pesan Taksi Silver Bird, review gue, drivernya juga rata-rata orang tua, diatas 40 tahun lah. Enak banget kalau mau tanya-tanya tentang surabaya, lebih pengalaman. Haha. Sama tanya-tanya tempat wisata sejarah dan belanja. Dan bawa kendaraannya juga lebih pelan. (Penting banget, biar selamat di jalan).

Koken :)

Setengah jam perjalanan (lagi mau malam mingguan, jalalan tumpah ruah), akhirnya kami sampai di TP. Yang pertama kali gue liat, ini mall emang megah banget. Ada 5 tingkat dan ada 4 bagian Plaza. Jadi, TP ini punya 5 bangunan yang bergabungan ke tengah, ke Plaza central, dengan dibagi 3 yang lain, ada Plaza timur, dan dua plaza barat. Dan ada satu bagian yang belum selesai. Jadi, siap-siap aja kaki gempor dan bisa tersesat kalau mau ngelilingin Plaza ini.





Dalem TP
Gue masuk dari plaza timur. dan akan jadi perjuangan berat berkeliling buat malam minggu ini. Mungkin harus ada peta tersendiri deh buat plaza ini. Soalnya luas banget. Haha.  Review aja, kebanyakan tenantnya disini branded. Jadi kalau mau belanja murah, disini bukan pilihan tepat. Tapi kalau buat hangout atau ngumpul-ngumpul, boleh kakak. Soalnya di lantai 5 banyak banget pilihan resto yang bisa bikin perut kenyang, dan kantong jebol. Haha

Cukup segitu review mall ini. Gue gak terlalu tertarik buat review mall. Gak ada tantangannya.
Jam 8, udah harus keluar dari TP karena salah satu anggota rombongan tumbang dan engsel lututnya copot. Hehe. Tapi gue sebagai pejalan kaki yang baik, masih belum puas. Akhirnya gue, Deyu, dan Ratna mutusin buat jalan-jalan lebih jauh lagi. Mau ke Tugu Pahlawan. Ckckc. Bener-bener anak Smart, pinter dan pandai ya. Malam-malam di tugu pahlawan buat apa. Lebih cocok buat uji nyali. Haha


Apapun asal ada monumen

Tanya-tanya sama satpam, jaraknya hampir 2 km, ya lumayan lah buat sehat. Akhirnya kami bertiga mulai melangkah bersama, bergandengan tangan, macam anak kampung ke kota mengitari malam di surabaya. Hehe. Dan seperti biasa, kami anak narsis foto-foto di tiap tempat ada tulisan monumen. (Kalau kuburan ada tulisan monumen, pasti minta foto juga). Hehe



Monumen Pers Surabaya


Belum lagi 1 km perjalanan, ketua rombongan, Azhadi, yang rempong udah nelpon-nelpon nanya posisi. “cepat pualng, Mati aku Hilang anak Orang”. Emang tadi janji mau pulang cepet, tapi ya, anak nakal. Haha. Daripada dia galau kehilangan 3 anggota yang manis dan imut ini, kami pun milih buat pulang.

Ok, cukup ya. Part 2 ada itinerary singkat buat city tour of Surabaya.

*sambil ngetik ini udah ngabisin 1 tube Counterpain. Pegel. hehe*